PERSAHABATAN ATAS DASAR IMAAN

Image

PERSAHABATAN ATAS DASAR IMAAN

Bismillah Hirrahman Nirrahim

Bagai cahaya mentari yang menyinari bumi
Sungguh, aku ingin menjadi seperti itu
Walau bumi tak berterima kasih, sinar mentari tak pernah pudar
Sungguh, aku ingin menjadi seperti itu

Bagai bulan dan bintang yang menghiasi gelapnya malam
Sungguh, aku ingin menjadi seperti itu
Walau dimana engkau berada, tetap dapat menyaksikan sinarnya jua
Sungguh, aku ingin menjadi seperti itu

Sahabat
Aku ingin menjadi seperti sinar mentari tadi
Memberi tanpa mengharap kembali

Sahabat
Aku ingin menjadi seperti cahaya bintang dan rembulan
Berada disisimu saat engkau merasa diselubungi kegelapan

Namun terkadang aku tak mampu
Hakikatnya, banyak sungguh kelemahanku
Tapi ketahuilah, Allah sentiasa bersamamu
Disetiap saat dan waktu

Bukannya aku tak ingin untuk menghulurkan pertolongan
Cuma terkadang, keadaan tak mengizinkan
Dan hakikatnya, aku hanyalah insan
Sering lupa untuk memberikan

Satu pesan ingin ku ungkapkan
DenganNya, engkau takkan pernah kecewa
Ya betul, seperti yang sudah tertuliskan,
“Dan dia berada bersama kamu di mana saja kamu berada”

Jadi, berharaplah padaNya.

ZA

Advertisements

FAITH.

leap-of-faith_724_482_80

  When we have faith in someone, we believe in them. Whatever they do and whatever they say, we trust them. Everything we do for them is with sincerity, and we are 100% confident and loyal. If we are truly faithful, it does not matter how many howling winds, storms and obstacles that try to bring us down, our feet will be standing on the ground, and we will stand firm, tall and proud. And all of this is because we have faith in this one single thing, no matter what they are. Just a little of doubt inside us could change everything; we will not have a proper ground to stand on and a little wind blowing could eventually make us fall flat on our faces. And that got to hurt.

It’s the same thing when we have faith in Allah. We trust Him. We are certain that whatever that He has Planned for us, it is for the best. It is for our own good. We are confident that He is the best Planner. No matter how big or how small the trials He gives, we are optimist towards Allah. No matter what the society may say, it will not affect us – because we have Him, because we have Faith in Allah.

Sadly, it is very rare for us to find this kind of attitude nowadays. Why is it difficult for us to have faith in Him? Why is it easy for us to give our trust and faith to other dunya materials that we think can give us what we need? Surely, with fame and wealth we can buy a lot of fancy cars and mansions, but the one thing we can’t buy-is happiness. Why? Because humans always want more. We are never satisfied with what they have. We always have to buy the latest Samsung Galaxy, even though the previous one was just 2 months old. We are living in a fierce competition on who has the most advanced technology. We are so sure that all those mansions and the latest gadgets can save and help us. Sekali kali tidak! Surely, we will end up in disappointments and depression, and then we would accuse life to be unfair. When in fact, we’re the ones making it unfair! Why do we expect so highly on those materials? They are creations. Just creations. Why do we rely on creations when we can rely on The Creator Himself? After all, was it not Him who Created us?

“The mutual rivalry for piling up of worldly things diverts you, until you visit the graves. Nay! You shall come to know! Again, Nay! You shall come to know! Nay! If you knew with a sure knowledge (the end result of piling up, you would not have occupied yourselves in worldly things). Verily, You shall see the blazing Fire (Hell). And again, you shall see it with certainty of sight. Then, on that Day, you shall be asked about the delight (you indulged in, in this world)”                                                                [Surah At-Takathur:1-8]

Yes, He Created us. Matter of fact, He Created this ah-mazing universe to the littlest, tiniest details. Therefore, definitely He Knows; He Know what’s good for us, what’s bad for us, the limitations and boundaries on each and every one of His creations. He Knows – while we do not. Who are we to doubt His Plans? Who are we to turn away from Him? It’s simply logic. Just like for every inventions, for any inquires – we would seek the inventor. It’s the same thing. If we have a problem or if we are in a midst of a calamity – why not seek Him? What is our excuse?

“Everything happens for a reason”-we might say. Oh, we know – but why are we still being ignorant? Why do we still doubt Him when things don’t go our way? Must our ways be the best ways? Why are we acting like we are more superior to Allah with our “It should have been…” “If only…”? No, we might not say it verbally, but actions speak louder than words; if one talks the talk, but not walk the walk, what.is.the.point?

Every time a calamity strikes, and we feel so down, depressed and like “I’ve had enoughhh”, just remember- Allah does not burden a soul beyond its capacity. [2:286]. In another words, believe we can get through this, because we can. It’s not how heavy the burden weighs; it is how we carry it. Plus, just think; why do we think Allah gives us that trial – that one specific trial? Allah does not just give any trial to any human being with . There has to be a reason. If we just slightly shift our mindsets and our hearts and take a moment to ourselves – we would realize how tremendous Allah’s Mercy is. If we just take a moment and just…trust Him and surrender ourselves totally to Allah, insha Allah, all our worries and doubts will disappear. And all that is left is faith.

Cause sometimes, all we need is faith.

“If Allah provide for the fish in the sea, and the birds in the sky, and everything in between, what makes you think He won’t provide for you?”

WE ALL FALL.

Image

Dear Servant of Allah; you are a human being. Human beings fall; fall down into a fissure of failure. We sin.

It’s the fall which frightens you; shocks you. The THUD as you hit the cold floor. Suddenly it’s very dark. All the shadows of your past and the fear of the unknown future surround you. You sigh. Still in pain from the fall. Failure. You say to yourself, ‘I’ve failed’. You think to yourself, ‘I’ve failed.’ Persist in this thought and you may just become it.

Continue reading.

To pain, it’s just a second.

Image

59349_466709960836_254361380836_7253644_1000780_n

“Or do you think that you will enter Paradise while such [trial] has not yet come to you as came to those who passed on before you? They were touched by poverty and hardship and were shaken until [even their] messenger and those who believed with him said,”When is the help of Allah ?” Unquestionably, the help of Allah is near.” Surah al-Baqarah ayat 214

Click link below for a short yet wonderfully written tazkirah :’)

To pain, it’s just a second..

Jazakumullahukhairan 🙂

LITTLE WAYS DOWN THE ROAD PART 4

awesome_roses-wide

” Hmm…group 11…group 11….group 11. Hah ! Jumpa dah ! “

 Sudah hampir 5 minit aku berdiri dekat notice board. Setibanya saja di bangunan APB (Akademi Pengajian Brunei) tadi , cepat-cepat aku berlari menaiki tangga ke tingkat 1. Terus menuju ke arah papan putih yang disangkutkan berdekatan dengan pintu masuk. Nama-nama mahasiswa dan mahasiswi yang mendaftar modul MIB semuanya terpapar atas papan putih itu. Dibahagikan kepada kumpulan masing-masing. 24 kumpulan semuanya. Ingin juga aku mengetahui nama penuh Humaira. Sebab itu lah aku bergegas ke sini selesai saja sarapan pagi di cafeteria tadi. Tak sabar aku ! Hihihi.

Jari masih lagi melekat pada kertas pendaftaran kumpulan 11. Kumpulan Humaira. Masih lagi mataku scanning mencari namanya.

 ” Nah ! Dah jumpa dah jumpa ! wheeee ! ” Senyuman terukir di wajahku. Gembira amat ! Sampai berlompat-lompat ! Kalau diikutkan hati , ingin saja aku bergolek-golek kat atas lantai ni. Saiful bergeleng. Tangan kanan diletakkannya depan mata. Eleh..malu lah pulak dia ni. Bukannya dia tak tahu pun perangai aku. Lagipun bukannya ada orang yang lihat , kan kan ? Hehehe…sabar je lah ye Saiful ?

” Nur Humaira Hanisah binti Abdul Zulkifli. ” Wah ! Cantiknya nama ! Sepadan dengan orangnya. Isshh Hakeem ! Habis kau kalau orang dapat tahu apa yang kau pikirkan.

 

Okay. Dah ingat nama dia. Terukir di dalam kepala , insya Allah tak akan lupa punya ! Nama Humaira aku taip dalam handphone , just in case. Ternampak jam kat handphone menunjukkan pukul 9.02. Kelas muzakarah MIB dah mula. Aku alihkan pandangan kepada Saiful. Dia mengangguk , seolah tahu apa yang ingin aku sampaikan. Rupanya Saiful pun ada natural bluetooth juga  ye ? Kaki digerakkan menuju ke pintu masuk. Baru saja beberapa langkah berjalan kedengaran bunyi tapak kaki seseorang dari arah belakang.

 

” Kejap ! Tunggu aku. Kita masuk sama-sama. ” Tercungap-cungap Dhiya bercakap selepas salamnya dibalas. Akhir Dhiya sampai ke uni hari ni. Hari isnin biasanya dia tiba 1 jam sebelum kelas muzakarah , sempat kami bertiga bersarapan pagi sama-sama di cafeteria. Kami bertiga berada dalam satu kumpulan kelas muzakarah. Kumpulan nombor 22. Pada awalnya bukannya kami berjanji mahu dalam satu group. Oleh kerana pendaftaran bagi kumpulan sesi pagi dan petang untuk hari sabtu dah penuh , terpaksalah diadakan kumpulan untuk hari isnin. Kumpulan kami lah tu. Special sikit lah group kami ni katakan. 

 

**********************

 

Lega rasanya berada di luar setelah menghabiskan masa yang lama di dalam bilik kuliah MIB. Melihat pemandangan sekeliling kampus UBD yang dihiasi dengan pohon-pohon hijau , sambil menghirup udara yang sangat nyaman dan segar membuatkan aku merasa tenang. Terlintas difikiran betapa indahnya ciptaan Allah dan betapa aku patut bersyukur kerana masih lagi diberi peluang untuk terus bernafas , terus berpijak di bumi ciptaan-Nya. Alhamdulillah

 

Bila difikirkan lagi , nikmat yang Allah berikan kepada kita sangat banyak. Seperti bintang-bintang di langit , mustahil bagi kita untuk mengira semuanya. Tetapi…apakah aku pernah benar-benar mensyukuri semua pemberian itu ? hmmm…

 

” Hei , apasal diam sangat ni ? ” Soalan Dhiya membuatkan aku tersedar daripada terus berpikir panjang.

 

” Emm…takde apa apa , ” balasku sambil perlahan-lahan menggelengkan kepala.

 

” Peliklah kau ni. Tak ubah macam dulu , ” tambah Malik , seorang lagi kawanku dari sekolah menengah. Alhamdulillah bertemu lagi di UBD setelah 2 tahun tidak berjumpa. 

 

Tidak begitu ramai orang berada di cafeteria. Alhamdulillah ! Sekarang masih lagi pukul 10 pagi , masih banyak meja yang kosong. Selalunya tempat ni begitu sesak dan penuh apabila jam sudah melebihi pukul 12 tengah hari.

 

” Jom duduk kat sana , kesian dia duduk sorang je , ” Dhiya mengajukan cadangan setelah ternampak Afif duduk berseorangan.

 

Meja tempat Afif duduk terdapat beberapa buah kerusi yang belum diduduki. Cukup untukku , Saiful , Dhiya dan Malik duduk.

 

” Kerja bio kau dah siap ke ? deadline seminggu lagi. “

 

” Belum lagi. Insya Allah dalam 2 , 3 hari siap , ” Afif menjawab soalan Dhiya setelah saling berbalas salam. Terlupa pula aku yang Afif , Dhiya dan juga Malik semuanya mengambil pelajaran dalam bidang biology

 

” Kami order makanan dulu ye ? ” Saiful dan aku meminta diri untuk memesan makanan sarapan pagi kat gerai yang berada di hujung cafeteria sementara mereka masih lagi berbincang tentang pelajaran biology.

 

Gerai Sri Mamak  memang sudah menjadi gerai pilihan kami. Teh tarik kat sanabest sangat ! Kat kaunter gerai tu ada dua orang yang masih lagi memesan. Terpaksalah menunggu lama sikit untuk menunggu giliran kami.

 

” Itu saja. Semuanya berapa ye kak? ” Tanya perempuan yang berada di depanku dan Saiful.

 

Eh ? Suara tu…macam pernah dengarlah. Dan lelaki yang berada di sebelah tu pun…macam pernah tengok je. Selepas membuat pembayaran perempuan itu pun memalingkan mukanya.

 

” Hakeem ? Assalamu’alaikum ! ” Tiba-tiba saja dia menyapa.

 

Erk ?! Humaira ?! Patutlah suaranya sound familiar semacam je. Dan yang kat sebelah Humaira tu…..hah ! Dah agak dah ! Tu lelaki misteri yang aku jumpa kat masjid minggu lepas lah !

 

” Wa’alaikumussalam.. ” Salam Humaira aku balas dengan suara perlahan.

 

” Zaquan ! ni lah Hakeem yang Humaira ceritakan masatu , ” terang Humaira kepada ’ kawan ’ lelaki di sebelahnya.

 

Tajam lelaki yang bernama Zaquan itu memandangku. Siap dengan senyuman sinis di wajahnya. Kemudian tangannya dihulurkan.

 

 Nice to meet you again , ” Zaquan akhirnya bersuara.

 

Tidak mampu aku berkata apa-apa. Hanya sebuah senyuman paksa yang dapat aku paparkan. Melihat riak wajah Zaquan membuatkan perasaan takut yang aku rasakan semasa bertembung dengannya kat masjid timbul lagi. Senyuman sinisnya bagaikan memberi aku sebuah amaran…habislah kau kali ni Hakeem !

*UPDATE* EXAM TIMETABLE AS OF 20TH NOVEMBER 2013

Salaam!

Persatuan Mahasiswa Mahasiswi Universiti Brunei Darussalam (PMUBD)

Salam,

There is a new update on the exam timetable PDF dated 20th November 2013. Please have a check in this exam time table

https://www.dropbox.com/s/il6e2mis8upke8o/Exam%20timetable%2020%20november%202013%20FINAL%20v2.pdf

The old post will get an update regarding this matter, remind your friends to always check when your next examination is! 🙂

View original post